Link Kedinasan

:)

DEWAN GURU

Bimbingan

Pintar itu biasa yang luar biasa itu proses menjadi pintar

Program Pembiasaan

Bisa karena terbiasa, Budaya bersih dan kebiasaan baik lainnya ditanamkan sejak dini sebagai bentuk pengejawantahan karakter bangsa besar

Prestasi

kobarkan semangat pelajar, mencintai negeri, para idealis muda

Admin Web

Terus berkarya, bekerja, tak kenal henti, meraih ridho Illahi

Jumat, 02 Oktober 2026

Cinta Budaya Sejak Dini: SDN Kartini 01 Memperingati Hari Batik Nasional

Menanamkan Cinta Budaya Sejak Dini: SDN Kartini 01 Memperingati Hari Batik Nasional

Setiap tanggal 2 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan ini merujuk pada momen bersejarah tahun 2009, saat UNESCO secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan.

Di SDN Kartini 01, peringatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ajang untuk menanamkan rasa bangga dan cinta tanah air kepada seluruh peserta didik. Mengenakan batik dengan beragam motif nusantara ke sekolah mengajarkan kepada siswa bahwa batik adalah identitas bangsa yang kaya akan nilai seni, sejarah, dan filosofi.

Melalui momen ini, SDN Kartini 01 berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian budaya lokal sejak dini. Harapannya, generasi muda tidak hanya bangga mengenakan batik, tetapi juga memahami pentingnya menjaga serta merawat warisan luhur nenek moyang kita.

Selamat Hari Batik Nasional! Mari bersama-sama melestarikan budaya bangsa demi masa depan Indonesia yang gemilang.




Kamis, 01 Oktober 2026

Waspada Musim Hujan: Mari Jaga Kesehatan dan Cegah Penularan Flu di SD Negeri Kartini 01

Waspada Musim Hujan: Mari Jaga Kesehatan dan Cegah Penularan Flu di SD Negeri Kartini 01


Perubahan cuaca dan masuknya musim hujan kerap disertai dengan meningkatnya risiko penyebaran penyakit, salah satunya adalah flu (influenza). Penyakit yang tampak ringan ini cukup mudah menular, terutama di lingkungan sekolah yang menjadi tempat beraktivitas dan berinteraksi ratusan siswa setiap harinya.

Flu disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan. Gejalanya meliputi demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, serta badan terasa lemas. Penularan virus ini dapat terjadi dengan sangat cepat melalui percikan air liur (droplet) saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin, maupun melalui sentuhan pada benda-benda yang telah terkontaminasi.

Untuk menjaga kesehatan bersama dan memastikan kegiatan belajar mengajar di SD Negeri Kartini 01 tetap berjalan lancar, mari kita terapkan langkah-langkah pencegahan sederhana berikut:

  • Mencuci Tangan Secara Teratur: Biasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan dan setelah memegang fasilitas umum.

  • Menerapkan Etika Batuk dan Bersin: Tutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam saat batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.

  • Menggunakan Masker: Jika siswa atau warga sekolah merasa kurang sehat atau menunjukkan gejala batuk dan pilek, disarankan untuk menggunakan masker saat beraktivitas.

  • Menjaga Daya Tahan Tubuh: Pastikan anak-anak mengonsumsi makanan bergizi seimbang, cukup minum air putih, serta istirahat yang cukup di rumah.

  • Istirahat di Rumah Jika Sakit: Apabila anak mengalami gejala flu yang cukup berat atau demam tinggi, sebaiknya beristirahat di rumah hingga kondisi pulih agar tidak menularkan kepada teman-teman di sekolah.

Kesehatan seluruh warga sekolah adalah prioritas kita bersama. Dengan saling menjaga kebersihan diri dan lingkungan, kita dapat menciptakan suasana belajar di SD Negeri Kartini 01 yang sehat, aman, dan nyaman.



Rabu, 30 September 2026

Mengenal Sejarah G30S/PKI: Menjaga Memori Bangsa dan Menguatkan Persatuan

 Mengenal Sejarah G30S/PKI: Menjaga Memori Bangsa dan Menguatkan Persatuan

Setiap akhir bulan September, bangsa Indonesia mengenang salah satu peristiwa bersejarah yang krusial dalam perjalanan politik dan kebangsaan tanah air, yaitu peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI). Peristiwa ini menjadi salah satu bagian penting dari sejarah nasional yang mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga keutuhan NKRI dan nilai-nilai Pancasila.

Peristiwa ini melibatkan gugur sejumlah perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi. Tragedi tersebut tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi sejarah bangsa, tetapi juga menjadi titik balik penting dalam dinamika politik dan pemerintahan Indonesia pada masa itu.

Di lingkungan sekolah, khususnya SD Negeri Kartini 01, pemahaman akan sejarah nasional disampaikan untuk mendidik siswa menjadi generasi yang menghargai jasa para pahlawan, memahami perjalanan bangsa, serta memupuk rasa cinta tanah air. Dengan mempelajari sejarah secara bijak, kita diajak untuk memperkuat rasa persatuan, saling menghormati, dan menjaga persaudaraan demi keberlangsungan bangsa Indonesia yang damai dan berdaulat.




Rabu, 11 Maret 2026

Giat TKA Tahun Ajaran 2025/2026

Hari ini hari pertama siswa kelas 6 melaksanakan Gladi Bersih TKA sebagai persiapan menghadapi ujian. Semoga kegiatan ini membantu siswa lebih siap, percaya diri, dan mampu memberikan hasil terbaik. Semangat untuk seluruh siswa kelas 6! 💪📖 lihat lengkap Instagram sdn Kartini 01

Ramadhan Ceria

Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, SDN Kartini 01 akan mengadakan kegiatan 'Ramadhan Ceria'. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar, kebersamaan, serta meningkatkan keimanan dan akhlak para siswa. 🤍 cerita selengkapnya lihat instagram sdn kartini 01

Rabu, 21 Januari 2026

Pengumuman KJP SDN Kartini 01



Informasi untuk pendataan KJP Plus Tahap 1 tahun 2026 akan dimulai sebentar lagi. Siswa/i yang bisa mendaftar di Tahap 1 ini Khusus untuk yang melanjutkan atau Penerima Tahap 2 Tahun 2025. Jadi yang bisa mendaftar hanya untuk yang dapat KJP Tahap 2 kemarin.

Bagi yang kemarin statusnya ditolak atau sekarang baru mau daftar, mohon maaf tidak bisa. Dipersilahkan untuk mendaftar kembali di Tahap 2 nanti Tahun 2026.

Nama-nama yang bisa mendaftar Tahap 1 ini bisa dilihat di bawah ini. Informasi selanjutnya akan di share di grup kelas ataupun grup orang tua.

Bagi Penerima sebelumnya Wajib mendaftar jika ingin melanjutkan KJP Plus nya. Jika tidak mendaftar maka otomatis akan berhenti.

DAFTAR NAMA PENERIMA KJP PLUS

TAHAP 2 TAHUN 2025


Kamis, 18 Desember 2025

Alasan nyata kenapa anak lebih mudah mengingat detail game tapi mudah dlm pelajaran



Sebagai guru, saya sering tersenyum getir melihat satu fakta yang terus berulang di kelas:

anak bisa lupa rumus yang baru saja diajarkan pagi ini, tapi bisa mengingat dengan sangat rinci cara menyelesaikan misi game yang ia mainkan semalam.

Kadang saya bertanya dalam hati, “Sebenarnya mereka ini sulit menghafal… atau kita yang kalah menarik dari sebuah game?”

Semakin lama mengajar, saya menyadari bahwa ini bukan soal malas belajar semata. Ini adalah soal cara otak anak bekerja, cara emosi terlibat, dan bagaimana pengalaman belajar itu dirasakan. Dan semua itu justru terjadi secara sempurna di dunia game.

Berikut beberapa alasan paling nyata yang saya lihat setiap hari di sekolah.

1. Otak Anak Mengingat yang Menghadirkan Emosi, Bukan Sekadar Informasi. Dalam pembelajaran di kelas, sering kali yang kita berikan adalah informasi. Sementara dalam game, yang anak dapatkan adalah pengalaman emosional: tegang, senang, penasaran, marah, bangga, kecewa, lalu bangkit lagi.

 Ahli neurosains seperti Daniel Goleman menjelaskan bahwa emosi berperan besar dalam proses mengingat. Informasi yang disertai emosi kuat akan jauh lebih lama tersimpan di memori jangka panjang.

Di kelas, anak menghafal karena disuruh.

Di game, anak menghafal karena butuh untuk menang.

 Sebagai guru, saya sadar:

bukan berarti pelajaran kita tidak penting, tapi sering kali belum cukup “menghidupkan rasa”.

 

2. Game Mengaktifkan Sistem Hadiah Otak, Sekolah Sering Mengaktifkan Sistem Takut

 

Dalam game, setiap usaha anak langsung diberi respons: naik level, dapat poin, buka fitur baru, dapat ranking.

 

Menurut B.F. Skinner, perilaku yang diberi penguatan (reward) akan cenderung diulang. Game mempraktikkan teori ini dengan sangat konsisten.

 

Sementara di sekolah, yang sering muncul justru sebaliknya:

• salah → dimarahi

• lupa → dianggap malas

• rendah nilai → dianggap tidak mampu

 

Otak anak pun lebih sering bekerja dalam mode takut, bukan mode tumbuh.

 

Padahal para pakar seperti Carol Dweck dengan teori growth mindset menegaskan bahwa anak akan berkembang jauh lebih baik ketika merasa aman untuk salah dan diberi kesempatan memperbaiki diri.

 

3. Game Memberi Tantangan Bertahap, Sekolah Sering Melompat Terlalu Jauh

 

Dalam game, tidak ada musuh level 10 yang langsung dihadapi pemain pemula. Semua bertahap.

Pelan, naik, gagal, ulang, lalu naik lagi.

 

Di kelas, sering kali kita tanpa sadar menempatkan anak:

• langsung pada materi yang berat

• soal yang sulit tanpa pemanasan

• tuntutan tinggi tanpa kesiapan mental

 

Akibatnya bukan tertantang, tapi kewalahan.

 

4. Dalam Game Anak Merasa Memiliki Kendali, di Sekolah Anak Sering Hanya Mengikuti

 

Di game, anak bebas memilih:

• mau main kapan

• mau ulang misi berapa kali

• mau pakai strategi apa

 

Di sekolah, anak sering hanya menjadi penerima:

duduk, dengar, catat, kerjakan, setor, selesai.

 

Menurut Maria Montessori, rasa memiliki kendali (sense of control) adalah kunci utama tumbuhnya motivasi belajar alami. Ketika anak merasa pembelajaran itu miliknya, bukan paksaan orang dewasa, maka daya ingat dan kesadarannya ikut tumbuh.

 

5. Game Mengajarkan Melalui Pengalaman, Sekolah Masih Terjebak Ceramah

 

Anak-anak kita hari ini adalah pembelajar visual, aktif, dan kinestetik.

Game mengajak mereka:

• mencoba

• gagal

• memperbaiki

• mencoba lagi

 

Sedangkan di sekolah, sering kali anak belajar hanya lewat:mendengar, mencatat, menghafal

John Dewey, tokoh pendidikan progresif, menegaskan bahwa manusia belajar paling kuat melalui learning by doing, bukan sekadar mendengar penjelasan.

 

Meski anak-anak hari ini lebih mudah mengingat game daripada pelajaran, itu bukan tanda guru dan sekolah gagal. Kita hanya sedang hidup di zaman dengan tantangan yang jauh berbeda. Di tengah keterbatasan yang ada, guru tetap berjuang menghadirkan pembelajaran terbaik.

Di tengah semua itu, guru tetap berusaha menghadirkan pembelajaran terbaik yang mereka bisa.

#tips #tipsparenting #gameanak #murid 
Diambil dari tulisan atiekgurusd