:)
DEWAN GURU
Bimbingan
Pintar itu biasa yang luar biasa itu proses menjadi pintar
Program Pembiasaan
Bisa karena terbiasa, Budaya bersih dan kebiasaan baik lainnya ditanamkan sejak dini sebagai bentuk pengejawantahan karakter bangsa besar
Prestasi
kobarkan semangat pelajar, mencintai negeri, para idealis muda
Admin Web
Terus berkarya, bekerja, tak kenal henti, meraih ridho Illahi
Rabu, 11 Maret 2026
Giat TKA Tahun Ajaran 2025/2026
Ramadhan Ceria
Rabu, 21 Januari 2026
Pengumuman KJP SDN Kartini 01
Informasi untuk pendataan KJP Plus Tahap 1 tahun 2026 akan dimulai sebentar lagi. Siswa/i yang bisa mendaftar di Tahap 1 ini Khusus untuk yang melanjutkan atau Penerima Tahap 2 Tahun 2025. Jadi yang bisa mendaftar hanya untuk yang dapat KJP Tahap 2 kemarin.
Bagi yang kemarin statusnya ditolak atau sekarang baru mau daftar, mohon maaf tidak bisa. Dipersilahkan untuk mendaftar kembali di Tahap 2 nanti Tahun 2026.
Nama-nama yang bisa mendaftar Tahap 1 ini bisa dilihat di bawah ini. Informasi selanjutnya akan di share di grup kelas ataupun grup orang tua.
Bagi Penerima sebelumnya Wajib mendaftar jika ingin melanjutkan KJP Plus nya. Jika tidak mendaftar maka otomatis akan berhenti.
DAFTAR NAMA PENERIMA KJP PLUS
TAHAP 2 TAHUN 2025
Kamis, 18 Desember 2025
Alasan nyata kenapa anak lebih mudah mengingat detail game tapi mudah dlm pelajaran
Sebagai guru, saya sering tersenyum getir melihat satu fakta
yang terus berulang di kelas:
anak bisa lupa rumus yang baru saja diajarkan pagi ini, tapi
bisa mengingat dengan sangat rinci cara menyelesaikan misi game yang ia mainkan
semalam.
Kadang saya bertanya dalam hati, “Sebenarnya mereka ini
sulit menghafal… atau kita yang kalah menarik dari sebuah game?”
Semakin
lama mengajar, saya menyadari bahwa ini bukan soal malas belajar semata. Ini
adalah soal cara otak anak bekerja, cara emosi terlibat, dan bagaimana pengalaman
belajar itu dirasakan. Dan semua itu justru terjadi secara sempurna di dunia
game.
Berikut
beberapa alasan paling nyata yang saya lihat setiap hari di sekolah.
1. Otak Anak Mengingat yang Menghadirkan Emosi, Bukan
Sekadar Informasi. Dalam pembelajaran di kelas, sering kali yang kita berikan
adalah informasi. Sementara dalam game, yang anak dapatkan adalah pengalaman
emosional: tegang, senang, penasaran, marah, bangga, kecewa, lalu bangkit lagi.
Di kelas, anak menghafal karena disuruh.
Di game, anak menghafal karena butuh untuk menang.
bukan berarti pelajaran kita tidak penting, tapi sering kali
belum cukup “menghidupkan rasa”.
2. Game Mengaktifkan Sistem Hadiah Otak, Sekolah Sering
Mengaktifkan Sistem Takut
Dalam game, setiap usaha anak langsung diberi respons: naik
level, dapat poin, buka fitur baru, dapat ranking.
Menurut B.F. Skinner, perilaku yang diberi penguatan
(reward) akan cenderung diulang. Game mempraktikkan teori ini dengan sangat
konsisten.
Sementara di sekolah, yang sering muncul justru sebaliknya:
• salah → dimarahi
• lupa → dianggap malas
• rendah nilai → dianggap tidak mampu
Otak anak pun lebih sering bekerja dalam mode takut, bukan
mode tumbuh.
Padahal para pakar seperti Carol Dweck dengan teori growth
mindset menegaskan bahwa anak akan berkembang jauh lebih baik ketika merasa
aman untuk salah dan diberi kesempatan memperbaiki diri.
3. Game Memberi Tantangan Bertahap, Sekolah Sering Melompat
Terlalu Jauh
Dalam game, tidak ada musuh level 10 yang langsung dihadapi
pemain pemula. Semua bertahap.
Pelan, naik, gagal, ulang, lalu naik lagi.
Di kelas, sering kali kita tanpa sadar menempatkan anak:
• langsung pada materi yang berat
• soal yang sulit tanpa pemanasan
• tuntutan tinggi tanpa kesiapan mental
Akibatnya bukan tertantang, tapi kewalahan.
4. Dalam Game Anak Merasa Memiliki Kendali, di Sekolah Anak
Sering Hanya Mengikuti
Di game, anak bebas memilih:
• mau main
kapan
• mau ulang
misi berapa kali
• mau pakai
strategi apa
Di sekolah, anak sering hanya menjadi penerima:
duduk,
dengar, catat, kerjakan, setor, selesai.
Menurut
Maria Montessori, rasa memiliki kendali (sense of control) adalah kunci utama
tumbuhnya motivasi belajar alami. Ketika anak merasa pembelajaran itu miliknya,
bukan paksaan orang dewasa, maka daya ingat dan kesadarannya ikut tumbuh.
5. Game
Mengajarkan Melalui Pengalaman, Sekolah Masih Terjebak Ceramah
Anak-anak
kita hari ini adalah pembelajar visual, aktif, dan kinestetik.
Game
mengajak mereka:
• mencoba
• gagal
•
memperbaiki
• mencoba
lagi
Sedangkan
di sekolah, sering kali anak belajar hanya lewat:mendengar, mencatat, menghafal
John Dewey, tokoh pendidikan progresif, menegaskan bahwa
manusia belajar paling kuat melalui learning by doing, bukan sekadar mendengar
penjelasan.
Meski anak-anak hari ini lebih mudah mengingat game daripada
pelajaran, itu bukan tanda guru dan sekolah gagal. Kita hanya sedang hidup di
zaman dengan tantangan yang jauh berbeda. Di tengah keterbatasan yang ada, guru
tetap berjuang menghadirkan pembelajaran terbaik.
Di tengah semua itu, guru tetap berusaha menghadirkan
pembelajaran terbaik yang mereka bisa.
#tips #tipsparenting #gameanak #murid
Diambil dari tulisan atiekgurusd
Minggu, 07 Desember 2025
Giat Urban Farming di SDN Kartini 01: Belajar Menanam, Belajar Bahagia!
Giat Urban Farming di SDN Kartini 01: Belajar Menanam, Belajar Bahagia!
Halo teman-teman!
Hari ini kita mau cerita tentang kegiatan seru yang sedang berlangsung di SDN Kartini 01, yaitu Urban Farming. Apa itu Urban Farming?
Urban Farming adalah kegiatan bertani di lingkungan sekolah atau perkotaan. Jadi, meskipun kita tidak punya sawah yang luas, kita tetap bisa menanam sayur, buah, dan tanaman obat di halaman sekolah. Keren kan?
🌱 Kenapa Kita Melakukan Urban Farming? (Maksud Kegiatan)
Kegiatan ini dilakukan agar kita bisa belajar langsung dari alam. Tanaman itu bukan hanya untuk dilihat, tetapi bisa mengajarkan banyak hal seperti kerja sama, kesabaran, dan kepedulian. Selain itu, lingkungan sekolah jadi lebih hijau, segar, dan menyenangkan.
Urban farming juga membuat kita lebih dekat dengan makanan sehat. Kita jadi tahu dari mana sayuran berasal dan bagaimana cara merawatnya. Jadi, tidak hanya makan, tapi juga paham prosesnya dari awal sampai jadi siap panen!
🌟 Apa Tujuan dari Kegiatan Urban Farming ini?
Kegiatan Urban Farming di SDN Kartini 01 punya beberapa tujuan penting:
1. Menumbuhkan Sikap Peduli Lingkungan
Dengan merawat tanaman, kita belajar mencintai lingkungan. Kita jadi lebih rajin menjaga kebersihan dan tidak sembarangan membuang sampah.
2. Melatih Kerja Sama dan Gotong Royong
Urban Farming dilakukan bersama-sama. Ada yang menyiram, menanam, membersihkan gulma, dan merawat. Semua dilakukan dengan hati senang. Ini melatih kita bekerja dalam tim.
3. Menguatkan Profil Pelajar Pancasila
Kegiatan ini membantu kita menjadi pelajar yang beriman, gotong royong, bernalar kritis, dan kreatif. Kita belajar membuat keputusan kecil seperti memilih jenis tanaman dan cara merawatnya.
4. Menghasilkan Lingkungan Sekolah yang Sehat dan Asri
Sekolah jadi lebih hijau, udaranya lebih segar, dan pastinya nyaman dipandang.
5. Belajar Secara Langsung (Learning by Doing)
Daripada hanya melihat gambar di buku, kita langsung mempraktikkan cara menanam dan merawat tanaman. Belajarnya jadi lebih seru!
🌿 Apa Saja yang Kita Tanam?
Di SDN Kartini 01, kita menanam berbagai tanaman, seperti:
-
Kangkung
-
Bayam
-
Tomat
-
Cabe
-
Tanaman obat keluarga (TOGA) seperti jahe, kunyit, dan sereh
-
Bunga-bunga cantik untuk memperindah halaman sekolah
Semua tanaman dirawat dengan baik oleh siswa bersama guru. Setiap kelas punya jadwal piket untuk menyiram dan membersihkan area tanam.
🌞 Mengapa Urban Farming Menyenangkan?
Karena kita bisa bermain sambil belajar!
Kita bisa melihat bibit kecil tumbuh menjadi tanaman besar. Kita juga bisa merasakan bangga ketika tanaman yang kita rawat akhirnya bisa dipanen. Seru banget kan?
Urban farming membuat kita lebih aktif, kreatif, dan bahagia. Setiap hari kita bisa melihat perkembangan tanaman, seperti melihat teman baru yang setiap hari tumbuh semakin tinggi.
🌻 Ayo Kita Jaga Bersama!
Kegiatan Urban Farming ini bukan hanya milik beberapa siswa saja, tetapi milik seluruh warga SDN Kartini 01. Semua bisa ikut merawat dan menjaga agar tanaman tumbuh subur dan sehat.
Dengan semangat gotong royong dan rasa peduli pada lingkungan, kita bisa membuat sekolah kita menjadi tempat belajar yang lebih indah, nyaman, dan hijau.
“Menanam hari ini, menuai kebaikan di masa depan.”
Terus semangat ya teman-teman! 🌱✨
Senin, 10 November 2025
Kegiatan Penilaian Kinerja Guru dan Kepala Sekolah di SDN Kartini 01 Tahun 2025
Kegiatan Penilaian Kinerja Guru dan Kepala Sekolah di SDN Kartini 01 Tahun 2025
Halo, Sahabat Pendidikan!
Pada kesempatan kali ini, kami ingin berbagi cerita tentang kegiatan penting yang baru saja dilaksanakan di SDN Kartini 01, yaitu Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS). Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan memastikan mutu pembelajaran dan manajemen sekolah terus meningkat dari waktu ke waktu.
Mengapa PKG dan PKKS Dilaksanakan?
PKG dan PKKS bukan sekadar penilaian rutin. Kegiatan ini berfungsi untuk:
-
Melihat sejauh mana guru dan kepala sekolah menjalankan tugas profesionalnya.
-
Menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
-
Memetakan apa saja yang sudah berjalan baik dan apa yang perlu ditingkatkan.
-
Mendorong guru serta kepala sekolah untuk terus berkembang.
Dengan kata lain, kegiatan ini adalah salah satu cara untuk memastikan bahwa layanan pendidikan di SDN Kartini 01 selalu bergerak ke arah yang lebih baik.
Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan penilaian dilaksanakan pada:
-
Tempat: SDN Kartini 01
Waktu : 10 November 2025
-
Tim Penilai: Pengawas sekolah, kepala sekolah (untuk PKG), serta tim PKKS tingkat gugus/korwil.
Proses penilaian dilakukan melalui beberapa tahapan, seperti:
-
Observasi kelas
-
Wawancara
-
Pemeriksaan dokumen (RPP, jurnal kelas, administrasi sekolah)
-
Penilaian menggunakan instrumen PKG dan PKKS yang telah ditetapkan
Seluruh kegiatan berjalan lancar dan penuh kekeluargaan.
Siapa Saja yang Dinilai?
Dalam kegiatan ini, seluruh guru SDN Kartini 01 menjalani PKG sesuai mata pelajaran atau tugas masing-masing.
Selain itu, Kepala Sekolah turut mengikuti PKKS sebagai bentuk evaluasi dan refleksi kinerja dalam memimpin sekolah.
Hasil Penilaian: Apresiasi dan Catatan Perbaikan
1. Penilaian Kinerja Guru (PKG)
Secara keseluruhan, guru-guru SDN Kartini 01 menunjukkan kinerja yang baik. Beberapa poin positif yang terlihat antara lain:
-
Perencanaan pembelajaran yang matang
-
Interaksi pembelajaran yang ramah dan menyenangkan
-
Penilaian hasil belajar yang konsisten
-
Pemanfaatan teknologi yang mulai meningkat
2. Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS)
Kinerja Kepala Sekolah dinilai baik dalam aspek manajerial, supervisi akademik, dan pengelolaan administrasi sekolah.
Beberapa poin yang menonjol:
-
Program supervisi berjalan dengan baik
-
Administrasi lengkap dan tertata
-
Komunikasi baik dengan guru, tenaga kependidikan, siswa, dan komite sekolah
Temuan dan Rekomendasi
Selain banyaknya hal positif, tentunya ada beberapa catatan yang perlu ditindaklanjuti untuk pengembangan ke depan, seperti:
-
Guru perlu lebih variatif dalam penggunaan media pembelajaran.
-
Dokumentasi administrasi pembelajaran perlu ditingkatkan.
-
Supervisi akademik dijadwalkan lebih rutin dan terdokumentasi.
Rekomendasi tindak lanjut:
-
Melaksanakan pelatihan internal mengenai penggunaan teknologi dalam pembelajaran
-
Penguatan komunitas belajar guru
-
Optimalisasi supervisi akademik dan manajerial
Penutup
Kegiatan PKG dan PKKS di SDN Kartini 01 tahun ini berjalan dengan sukses dan menjadi momentum penting untuk terus meningkatkan profesionalitas guru dan kepala sekolah. Semoga evaluasi ini dapat menjadi inspirasi untuk bergerak lebih baik, memberikan layanan pendidikan yang berdaya guna, serta menciptakan lingkungan sekolah yang ramah dan berkualitas.
Terima kasih kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, dan pengawas sekolah yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Sampai jumpa pada kegiatan selanjutnya!
Rabu, 01 Oktober 2025
UPACARA HARI KESAKTIAN PANCASILA
HARI KESAKTIAN PANCASILA
📜 Pantun Pembuka:
Pagi cerah burung pun bernyanyi,
Semangat belajar jangan berhenti.
Kita berkumpul di hari ini,
Mengenang pahlawan penuh berani.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi teman-teman, Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati.
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena atas rahmat-Nya, hari ini kita dapat memperingati Hari Kesaktian Pancasila, tanggal 1 Oktober.
Teman-teman yang saya banggakan,
Hari ini bukan sekadar upacara atau momen seremonial biasa. Hari ini adalah hari ketika kita mengingat bahwa Pancasila pernah hampir digantikan, dan para pahlawan rela mempertaruhkan nyawa demi mempertahankannya.
Kita hidup di zaman modern, di era gadget, media sosial, dan internet cepat. Tapi jangan lupa—semua itu bisa kita nikmati karena dulu ada pahlawan yang berjuang tanpa pamrih.
🌟 Sekarang, apa yang bisa kita lakukan?
-
📘 Belajar dengan semangat
Belajar bukan cuma kewajiban, tapi bentuk terima kasih kepada pahlawan. Kalau kita malas, sama aja kayak menyia-nyiakan perjuangan mereka. -
🤲 Punya adab yang santun
Ucapkan “tolong” dan “terima kasih”, salami guru dengan sopan, jangan berkata kasar. Jadi keren itu bukan dari gaya, tapi dari sikap dan tata krama. -
💬 Jaga lisan dan jari
Jangan suka menyebar hoaks atau kata-kata kasar, baik di dunia nyata maupun online. Saring sebelum sharing! -
👭 Bersatu walau berbeda
Kita beda suku, agama, dan bahasa. Tapi kita tetap satu, karena kita Indonesia. Jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk membenci.
💬 Quotes Motivasi Kekinian:
“Kalau kamu tidak bisa jadi pahlawan yang mengangkat senjata,
jadilah pelajar yang mengangkat semangat.”
“Generasi hebat bukan yang viral di media,
tapi yang punya adab, ilmu, dan cinta pada bangsa.”
📜 Pantun Penutup:
Terbang tinggi burung elang,
Menembus awan tak kenal lelah.
Jadi pelajar haruslah tenang,
Rajin belajar, beradab, dan penuh semangat juang.
Demikian pidato saya hari ini.
Semoga kita semua bisa menjadi generasi yang membanggakan—bukan hanya pintar, tapi juga santun dan cinta tanah air.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Terima kasih.







